Jangan berjalan di depan ku; Aku mungkin tidak mengikuti...Jangan berjalan di belakang ku; Aku mungkin tidak memimpin...Berjalanlah disampingku dan jadilah teman ku.,,,

29 Mar 2010

Pengharapan

Amsal 10:28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia. 11:23 Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata, harapan orang fasik mendatangkan murka. Ketika seorang petani mengolah tanah , menaburkan benih , memberi pupuk , membuat system pengairan yang baik , menjaga ladangnya dari gangguan hama dan merawatnya dengan intensif dan disiplin, mengapa ? karena petani tersebut memiliki sebuah pengharapan bahwa apa yang dilakukannya akan menghasilkan panenan besar . Tidak ada petani yang tidak mengharapkan hasil atas jerih payahnya , semua dilakukan untuk sebuah pengharapan. Belajar dari illustrasi diatas , kitapun juga harus memiliki pengharapan di dalam kehidupan ini . Seperti apakah Pengharapan yang benar itu ? Seperti apakah pengharapan yang menghasilkan sukacita ? Satu, Pengharapan harus memiliki dasar . Mengapa petani mengharapkan hasil panen ? Karena petani tersebut sudah menanam benih dan percaya bahwa benih itu bisa menghasilkan banyak panen . Demikian pengharapan kita harus memiliki dasar dan bukan berdasarkan ‘untung-untungan’ ! Jika Saudara saat ini di gereja Tuhan ini menaburkan benih yang baik dengan motif yang benar dan hati yang tulus , mengerti benar apa arti tujuan menabur di ladang Tuhan ini – maka pastikan engkau akan menuai sesuatu yang baik kelak – Tuhan tidak mau berhutang pada orang yang setia dan tulus ! Namun , jika engkau saat ini menabur ‘sembarangan’ benih yakni motif yang tidak benar ( mencari popularitas pribadi , kekuasaan , materi untuk sekedar memuaskan ‘daging’ ) Maka pastikan engkau akan menuai ‘sesuatu’ yang pasti akan sangat mengecewakan kelak , karena Tuhan tidak mau ‘dipermainkan’ ! Dua, Pengharapan harus disertai dengan tindakan nyata.Petani mengharapkan panen yang baik , maka dia mengolah tanahnya dengan benar sesuai dengan pelajaran yang telah dipelajarinya . ia bekerja keras mengolah tanah dengan benar ; tanah di cangkul hingga gembur , di airi dengan benar dan diberi pupuk yang tepat dan disemprot dengan obat anti hama dll. Petani tersebut sungguh mengerti bahwa dia harus bekerja keras dan cerdas terlebih dulu untuk mencapai hasil yang diharapkan – tidak cukup hanya dengan ‘berteori’ atau ‘omong doang’ alias NATO ! itu hanyalah pekerjaan ‘pe-mimpi ‘ ( bukan pemimpin ! ) . – orang demikian hanyalah menipu dirinya sendiri dan juga sekaligus menipu orang lain ! . “ orang malas tidak berhak atas keberhasilan ! “ Tiga, Pengharapan harus realistis.Memang Tuhan bisa melakukan banyak cara yang penuh dengan keajaiban , namun hal tersebut hanya bersifat “insidentil “ . Itu sebabnya seorang petani tidak mungkin mengharapkan bahwa minggu depan ia bisa segera memanen hasil sementara benihnya baru ditanam hari ini ! . Atau mengharapkan hasil 1 ton sementara dia hanya menabur benih yang sangat sedikit ! , dia harus mau bayar harga . Tanpa kewajaran . pengharapan hanyalah akan berujung kepada kekecewaaan , Salomo mengingatkan bahwa kita harus memiliki pengharapan dan sabar mengerjakannya dan menantikan dengan tetap tekun . Amin .